Peran Literasi Digital dalam Mengatasi Brain Rot sebagai Akibat Konsumsi Konten Ringan yang Membahayakan Perkembangan Intelektual Mahasiswa
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi informasi, terutama di kalangan mahasiswa yang merupakan generasi milenial dan z generasi dengan akses mudah ke internet dan berbagai media sosial. Namun, kemudahan ini tidak tanpa konsekuensi. Salah satu fenomena yang mengemuka adalah munculnya kondisi “brain rot” atau kerusakan otak, yang merujuk pada penurunan kemampuan mental dan intelektual akibat konsumsi berlebihan konten digital ringan, sepele, dan tidak menantang secara kognitif. Brain rot ini menjadi masalah serius karena mahasiswa sebagai agen intelektual masa depan dihadapkan pada distraksi konten digital yang berpotensi menggerogoti kapasitas berpikir kritis dan fokus belajar mereka. Fenomena brain rot sangat relevan dalam konteks kehidupan mahasiswa saat ini. Konsumsi berlebihan terhadap media sosial, video pendek, meme, dan hiburan digital yang bersifat instan menyebabkan penurunan kualitas konsentrasi dan kemampuan analisis. Dalam rent...