MATERI PKKMB V 2023 HARI KEDUA - Mahasiswa Unusa dalam generasi Aswaja An Nahdliya di Era Milenial
Pemateri : Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc.,M.A
Ketua PW RMI NU JATIM. 2013-2018 Wakil Ketua PWNU JATIM. 2018-2021 Katib Syuriyah PBNU JATIM. 2021-sekarang
Pendidikan
S1: Al Ahqaff University Hadramaut Yaman 1999-2003 Fakutas Syariah dan Hukum.
S2: UGM Yogyakarta 2005-2007 Program CRCS(Center for Religious and Cross Cultural Study).
S3: UINSA program Studi Islam. 2017-2021
PENGERTIAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH
• Sunnah secara Bahasa adalah: Suatu jalan walaupun tidak dinidlai.
• Sunnah secara Syara' adalah: Jalan yang diridlai (Allah) yang ditempuh dalam agama, yaitu yang ditempuh oleh Rasulullah saw. dan yang lainya, yang faham terhadap agama, dari kalangan para sahabat.
• Sunnah secara Urf (tradisi), adalah : Suatu ajaran yang diikuti secara konsisten oleh para pengikut, baik nabi maupun wali. Dan istilah sunny adalah nisbat kepada sunnah.
• Jama'ah adalah sekelompok orang yang berkumpul dan bersatu diatas kebenaran yang berdasarkan al-Qur'an dan Hadits, dan mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang setia mengikuti mereka (tab'in) walaupun jumlah mereka sedikit.
• Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah Golongan yang berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan sunnah serta pemahaman dan penerapan para sahabat dalam memahami dan mengamalkan Islam. Termasuk dalam golongan mereka para sahabat rosul, tabi'in, tabi'it tabi'in, kaum ulama sunnah dan para pengikut mereka (dari semua lapisan umat) sampai hari kiamat.
Berpeganglah kamu dengan Al-Qur'an ku, sunnahku dan sahabat- sahabatku
PENGERTIAN NAHDLATUL ULAMA'
Nahdlatul Ulama adalah sebuah organisasi agama Islam yang mengikuti paham Ahlus Sunnah wal Jama'ah dan terbentuk pada tahun 16 Rojab 1344/31 Januari 1926 di Surabaya, yang lahir dan pesantren, pendirinya adalah KH. Hasyim Asy'ari beserta para kvai yang lainnya seperti KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri, KH. Ridwan Abdullah, KH. Mas Alwi Abdul Aziz, dan lain sebagainya.
VISI MISI NAHDLATUL ULAMA
• Visi: Menjadi penyedia informasi ke-NU-an dan keislaman yang menyejukkan dan terpercaya
Misi
1. Menjadi pilihan pertama untuk memperoleh informasi ke-NU-an dan keislaman yang terpercaya.
2. Menghasilkan informasi yang menyejukkan dan mendorong sikap keagamaan yang berkeadilan, moderat, dan menghargai keberagaman.
3. Menghasilkan produk informasi yang berkualitas.
4. Menjadi ruang untuk mengembangkan sikap profesionalitas yang tinggi disertai semangat berkhidmah untuk umat dan bangsa.
TRADISI NU DALAM MADZHAB
Secara spesifik, NU merumuskan Aswaja sebagai sebuah mazhab yang dalam berakidah mengikuti salah satu dari dua imam: Al-Asy'ari dan Al-Maturidi (Bukhara); dalam ubudiyah mengikuti salah satu imam empat (Hanafi, Maliki. Syafi'i dan Hambah), dan dalam bidang tasawuf mengikuti salah satu dari dua imam Al-Junaidi atau Al- Ghazali.
EMPAT DASAR PRINSIP NAHDLATUL ULAMA
1. Tawassuth/Moderat
Tawassuth adalah suatu langkah pengambilan jalan tengah bagi dua kutub pemikiran yang ekstrem (tatharrul), misalnya antara Qadaniyyah dan Jabanıyyah, antara skiptualisme ortodoks dengan rasionalisme Mu'tazilah dan antara Sufisme salafi dan Sufisme falsafi. Dalam pengambilan jalan tengah ini juga disertai dengan sikap al- Iqtishad (moderat) yang tetap memberikan ruang dialog bagi para pemikir yang berbeda-beda.
Dengan sikap tawassuth, NU akan menjadi unimatan wasathan (kelompok moderat) Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, Nahdlatul Ulama menyikapi fenomena fenomena sosial berusaha untuk memandang suatu masalah dan banyak sısı dan mempertimbangkan banyak hal sebelum menyatakan sikap. Hal i periting untuk menghindan fanatisme buta yang kemudian melahirkan ekstrimisme.
2. Tasamuh/Toleransi
Tasamuh yaitu menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama. Namun, bukan berarti mengakui atau membenarkan keyakinan yang berbeda tersebut dalam peneguhan apa yang diyakini. Tasamuh adalah sikap toleransi, menghargai, tepa selira, tenggang rasa dan saling menghargai. Sikap yang menjadi karakteristik Nahdlatul Ulama ini sangat mempengaruhi cara pandang terhadap suatu masalah. Dengan sikap tasamuh Nahdlatul Ulama menempatkan keberagaman sebagai suatu warga keniscayaan untuk dihargai. Meski bersikap tasamuh bukan berarti NU membenarkan setiap pendapat, ajaran dan paham. Tasamuh tumbuh dibawah jiwa yang fanatik terhadap ajaran-ajaran Aswaja, sehingga meskipun menghargai perbedaan-perbedaan, NU tetap teguh pada pendiriannya.
3. I'tidal/ Adil dan Tegak Lurus
I"tidal yaitu tegak lurus. Tidak condong kekanan maupun ke kiri atau berlaku adil dan tidak berpihak kecuali pada yang benar. Sikap i'tidal berkaitan erat dengan sikap tawassuth. Pendapat dari KII. Aqil Siradj, menyatakan bahwa i"tidal (tegak lurus atasu berlaku adil) ini diaplikasikan dalam sikap kemasyarakatan yang selalu berlaku adil antara kelompok kaya dan kelompok miskin, antara kelompok minoritas maupun mayoritas. Puncaknya adalah terbentuknya sikap gotong royong dalam menegakkan keadilan.
4. Tawazun/Keseimbangan
Dalam menyikapi segala sesuatu harus seimbang. Bisa memilih yang baik dan buruk.
Al muhafadzoh alal qodiimis sholih wal akhdzu bil jadiidil aslah
•Kita diharuskan mampu menjaga tradisi dan ajaran para leluhur yang bagus dan mengambil hal yang baru yang lebih bagus
•Menjaga tradisi dan budaya
•Berpikir progesif dan berpikiran kedepan untuk kemaslahatan umat
AL ISNAADU MINAD DIIN
• Berguru dan memiliki sanad keilmuan adalah bagian dari agama
•Barang siapa yang belajar tanpa guru maka dia berguru kepada setan karena tidak dipertanggung jawabkan kebenaran/keabsahannya
• Sanad keilmuan sebagai ketersambungan silsilah keilmuan dari murid kepada sang guru
Orang yang punya ilmu akan berbicara sesuai dengan kemauannya sendiri, tetapi orang yang berilmu akan berbicara sesuai dengan ilmu

Komentar
Posting Komentar